Tag

, , , ,

Ini adalah pertama kalinya saya dan adik saya menyaksikan langsung event Sea Games. Dan kebetulan event berlangsung di Indonesia.Karena kebetulan kami bekerja di luar kota yang jauh dari Jakarta dan Palembang, kami ada waktu menyaksikan pertandingan di akhir pekan. Dan Alhamdulillah ada event semifinal sepakbola antara Malaysia vs Myanmar dan Indonesia vs Vietnam di Gelora Bung Karno.
Suasana Sea Games mulai terasa sejak di pesawat Garuda Indonesia selaku salah satu sponsor utamanya. Koran gratis dan majalah Garuda juga membahas mengenai Sea Games. Lebih terasa lagi ketika mendarat di Bandara Soekarno Hatta, jalan tol ke arah kota Jakarta, mal-mal besar di Jakarta dan seluruh jalan utama. Benar-benar demam Sea Games rupanya. Mudah-mudahan adanya event ini ikut menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia, paling tidak seperti kami mengeluarkan tabungan untuk beli tiket, sewa hotel, taksi dan makan di Jakarta, dan puluhan ribu supporter dari dalam dan luar negeri yang sengaja datang untuk mendukung timnya.
Kembali ke judul, kami berangkat ke Gelora Bung Karno sekitar jam 3 sore, setelah sebelumnya mengeksplorasi mall, museum Bank Mandiri, dan check in dan istirahat di Hotel Fave-Aston Wahid Hasyim. Dari hotel kami berjalan ke arah halte Trans Jakarta(TJ)-Sarinah sekitar 5 menit. Dan bus yang kami tumpangi sudah penuh dengan pendukung Indonesia yang rata-rata anak baru gede (ABG), sengaja kami pilih TJ karena relatif bebas macet dibanding moda transport lain.

Jam 3.30 sore kami sampai di halte Bundaran Senayan, tak jauh dari situ kami masuk ke pintu Senayan depan hotel Atlit Century. Di depan sudah banyak penjual merchandise timnas Indonesia dan calo tiket yang menawarkan tiket dengan harga hingga 2x lipat. kami sempat mengabaikan mereka hingga akhirnya sadar bahwa tiket sudah terjual habis alias sold out. Barangkali sudah rezekinya calo akhirnya kami membeli tiket kelas 2 seharga Rp 150 ribu (tercetak harga di tiket Rp 100 ribu) per lembar dan posisinya lumayan nyaman, di pojok lurus kaldron. untuk yang tribun atas dan belakang tiketnya sekitar Rp 25 ribu dan Rp 50 ribu. Kami sempat di tawari tiket VVIP yang perlembarnya Rp 500 ribu. Gila saja, buat nongkrongin bola saja harganya sama dengan tarif hotel bintang 4 atau tiket pesawat Garuda. Untungnya tiket ini bisa untuk menonton 2 pertandingan semifinal. Sebelum kami masuk ke  stadion untuk beli tiket kami mampir ke booth Samsung yang sedang membagikan kantung udara -tepuk udara bertuliskan Samsung dan logo Sea Games 2011, yang syaratnya cuma isi nama dan no telpon. dan adik saya yang punya handphone Samsung dapat tambahan berupa topi keren yang ada tulisan dan logo Sea Games 2011.

Tepat jam 4 sore kami masuk ke stadion di sektor 16. Pas pertandingan Malaysia-Myanmar akan dimulai. Proses masuknya lancar dengan penjagaan berlapis. Di pagar pertama adalah panitia dan security, berikutnya di pintu tribun ada polisi. Pertandingan semifinal pertama ini cukup seru dan berimbang sehingga sampai akhir babak pertama masih 0-0. Baru pada menit 87, Ahmad Fakri Syarani berhasil melesakkan bola ke gawang Myanmar. Sehingga Malaysia unggul 1-0 atas Myanmar dan lolos ke final tanggal 22 Nopember 2011 nanti. Yang unik dalam pertandingan ini adalah saat pemain Malaysia menyerang Myanmar ada teriakan huuuuu dari supporter Indonesia,dan teriak ayooooo saat Myanmar berbalik menyerang (mungkin pemain Myanmar juga gak ngerti apa artinya ayo he3x). Meski serumpun Melayu-saudara terdekat dan bertetangga, nampaknya rivalitas dalam sepakbola mengemuka. Demikian juga saat penonton Malaysia bubar selesai pertandingan dan penonton Indonesia memenuhi tribun, rombongan mereka di teriaki huuuuu. Meski diteriaki huuuu mereka tampak senyum senyum karena jadi pusat perhatian terlebih timnya menang.

Malaysia vs Myanmar 1-0

Tontonan utama dan paling ditunggu tunggu adalah Indonesia melawan Vietnam. Jadwal semula jam 7 malam ternyata baru dimulai jam 7.30. Pertandingan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Vietnam, teriakan huuuu kembali terdengar-sebenarnya tidak baik hal ini dilakukan karena harus menghormati bendera dan lagu kebangsaan negara tamu. Di depan kami tampak supporter Vietnam memasang bendera raksasa dan spanduk dukungan mereka. Karena sangat mengganggu-menghabiskan space tempat duduk padahal supporter mereka tidak banyak, spanduk dan bendera raksasa ini akhirnya kembali digulung.

Seru sekali pertandingan malam ini. Serangan demi serangan dilancarkan Vietnam dan serangan balik dari tim Indonesia yang turun dengan pemain terbaiknya. pertandingan sangat menghibur. Saat turun minum babak pertama, petir dan hujan turun sampai pertengahan babak ke dua membuat pemain kedua tim sering tergelincir. Kengototan mereka tidak luntur dan tetap full power. Full pressing footbal dan gerakan cepat ditampilkan kedua tim. Akhirnya tendangan bebas Patrick Wanggai  di menit ke 60 yang tidak disangka-sangka arahnya meledakkan sorak sorai penonton. Tambahan gol di menit-menit menjelang akhir pertandingan dipersembahkan Tibo. Dan yang tak bisa dilupakan adalah kapten tim Egi Melgiansyah yang jatuh bangun dan sempat hampir menghasilkan gol berhasil memecah barisan tengah Vietnam dan memperlancar rekan-rekannya dalam melakukan serangan. Penampilan kiper Kurnia Mega juga ciamik. Semua pemain tampil bagus dan maksimal. Kerjasama yang sempurna.

Semoga energi yang terkuras di semifinal segera kembali (recovery) dan mengalahkan Malaysia di final tanggal 22 Nopember 2011 nanti

Inilah Supporter Indonesia

Indonesia vs Vietnam 2-0