Tag

, , , , ,

Sabtu, 24 September 2011

Paginya jam 8 kami ke restoran untuk sarapan. Menunya bervariasi, ada ayam dan nasi goreng, fillet ikan, roti dan selai, bubur, omelet dan salad. Rasanya Indonesia banget, menyadarkan bahwa sudah ada di Indonesia. Yang sangat menonjol bedanya dengan Thailand adalah di sana sayur dan buahnya sangat segar dan jika dimasak tidak sampai overcook/lunak. Di sini sayurnya terlalu matang/lunak dan buahnya kurang segar. Tak apalah, mungkin ini sudah maksimal. Yang aku salut dengan Aston adalah dedikasi karyawannya dalam melayani tamu (serupa di Aston Bandung). Ramah dan fokus kepada kepuasan pelanggan. Orang nya cekatan/tidak lambat tidak ada kesan menunggu sesuatu (tips). Dua jempol untuk servis Aston. Jam 12 siang kami diantar ke bandara menggunakan bus, bersama rombongan dari Kemendiknas yang ada acara di hotel tersebut. Sepanjang jalan yang terlihat perkampungan dekat pantai di daerah Kamal.

Jam 12.50 kami sudah sampai di terminal 2F. Meski kurang 2 jam lagi dari jadwal check in kami bisa check in di general check in Garuda Indonesia. Cukup ramah dan singkat, kemudian kami lanjutkan masuk ke Executive Lounge Mandiri. Meski ada 2 kartu Mandiri (Gold dan Titanium) tapi yang bisa digunakan hanya 1. Satunya harus bayar Rp 60.000,00. Lumayan di Lounge, tak perlu bengong nunggu jam 3.45 untuk masuk ke pesawat. Makanan, minuman, majalah, koran, mushola dan toilet tersedia di sini dengan kondisi yang terawat. Yang istimewa adalah bakery/aneka macam roti yang nikmat seperti bakery di mall. Tak terasa panggilan boarding ke pesawat Garuda.

Mandiri Lounge Terminal 2F

Karena sudah puas jalan-jalan dan naik pesawat sebelumnya, pas naik Garuda ini sudah tidak terlalu amazing, terasa biasa saja. Petang itu pesawat penuh dengan penumpang dan tanpa hiburan-AVOD. Agak kurang sreg dengan pramugara yang agak arogan-separuh baya dan gendut, whatever lah, untung pramugarinya

Di dalam Mandiri Lounge

tetep cantik dan ramah. Setelah makanan dan minuman di sajikan, kami terlelap tidur. dan sekitar jam 8 malam pesawat mendarat mulus di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Perjalanan ke rumah yang berjarak sekitar 12 km kami tempuh dengan taksi bandara yang bertarif Rp 55.000,-

Ini pesawatnya

Puas sekali perjalanan kali ini, tanpa perselisihan, pengalaman-pengalaman yang benar-benar baru dan menyenangkan. Dan akhirnya pada kesimpulan : masih banyak potensi yang bisa digarap di Indonesia kalau melihat usaha negara Thailand, Malaysia dan Singapura dalam mengelola pariwisatanya, padahal keindahan alamnya

nasi goreng dan kerupuk

berserak dari Sabang sampai Merauke, yang luasnya (1.919.440 km2) lebih dari 2x dari Thailand (514.000 km2) , Malaysia (329.750 km2) dan Singapura (697 km2) apabila digabungkan.

Alhamdulillah sesuatu banget