Tag

, ,

Pantai Patong

Rabu, 21 September 2011
Hari ini adalah hari kami berdua. Acara bebas, sebebas-bebasnya. Tadinya saya berencana ambil paket sehari ke Pha Nga dan pulau-pulau sekitarnya. Namun rencana ini saya batalkan karena kami kurang suka wisata air. Ditambah lagi cuaca kurang mendukung. Akhirnya kami sepakat jalan-jalan di Pantai Patong.
Jam 8 pagi kami ke ruang sarapan hotel Aman Residence. Kami kira sarapan model buffet, ternyata sarapannya sudah disiapkan berupa roti bakar 6 keping yang disediakan olesan selai nanas dan strawbery serta butter (mentega). Kemudian berikutnya datang omelet dan terakhir sepiring buah potong segar. Untuk minumnya kami disediakan teh hangat dan jus jeruk. Sangat berlimpah jika dibandingkan biaya menginap yang kami bayarkan.


Perjalanan keliling kota Patong menggunakan sepeda motor kami arahkan ke tempat makan dekat masjid tadi malam. Ternyata belum buka, akhirnya kami melalui jalan utama Rat Uthit 200 Phi Road. Hampir semua jalan utama di Patong adalah jalan searah. Tak masalah kelewatan, toh kota ini lumayan kecil, bisa dijangkau dengan jalan kaki, meski sebenarnya lebih enak naik sepeda motor. Belok ke Ruamchai Road, dan akhirnya sampailah di Thateewong Road (jalan pinggir pantai). Jujur saja, pantai ini tak sebesar dan seindah Pantai Kuta, tetapi ditata sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan terasa nyaman. Kami parkir di sebesar Mc Donald Cafe dekat Patong Tower. Dari sini kami jalan menyusuri pantai, karena masih jam 9, pantai masih sepi turis, yang ada turis Jepang yang mencoba paralayang di pantai. Baru jam 11 berdatangan turis bule, berselancar dan kebetulan ada kompetisi yang disponsori Quicksilver 21-25 September 2011.
Kami sempat mampir ke kantor pos beli kartu pos dan prangko untuk dikirim ke Indonesia. Ternyata prangko Thailand umumnya dicetak dalam nominal kecil THB 3 atau sekitar Rp 900.Hanya untuk pengiriman internasional yang nominalnya THB 15 (Rp 4500).Yang dijual tak semata prangko, benda pos dan pengiriman surat, tapi juga miniatur perlengkapan petugas pos, kotak pos dan souvenir yang lucu-lucu lainnya. Tapi harganya tidak murah, rata-rata di atas THB 400.
Cukup puas mengeksplorasi di kantor pos, kami menuju ke ujung jalan pantai, di sana kami menemukan pedagang Muslim Thailand yang menjual makanan dan minuman. Karena belum lapar kami hanya pesan 2 kelapa muda dingin yang orisinal tanpa gula sirup. Segar sekali. Dua porsi harganya THB 100 (Rp 30 ribu).
Mendekati jam 12 siang kami balik lagi ke hotel untuk sholat dan check-in online pesawat Malaysia Airlines rute Bangkok-KL. Setelah itu jam 2 siang kami balik lagi ke tempat makan tadi untuk makan siang. Menu yang kami pesan adalah ikan lele panggang saus Thailand dan Tom Yam serta jus strawberry. Porsi yang ada sangat besar dan rasanya enak. Untuk jus nya sama saja dengan jus strawberry bikinan istri di rumah. Total THB 270.
Puas makan minum kami foto-foto dekat bagian pantai yang berbatu cadas. Pasir pantai di Patong ini seperti umumnya pantai yaitu coklat dengan banyak mengandung silika. Batu cadas hanya ada di sebelah ujung utara.
Puas berfoto, kami lanjutkan perjalanan ke kota Phuket. Kami melalui masjid Patong,

Masjid Phuket

kemudian ke jalan akses dari kota Patong ke kota Phuket melalui bukit yang menanjak, berkelok-kelok dan tikungan tajam. Cukup ngeri dan kelihatannya sering terjadi kecelakaan. Usaha kami ke kota Phuket gagal karena hujan yang cukup lebat, padahal sudah masuk gerbang kota, terpaksa kami balik dan kejar-kejaran dengan hujan, melalui jalan yang mendebarkan, dan begitu masuk kota Patong langit terang benderang. Agak aneh siang/sore itu. Daripada tidak dapat apa-apa kami ke Jungceylon Mall buat cuci mata, beli buku yang sedang diobral dan tarik tunai uang Baht di ATM CIMB yang gembar-gembornya kartu ATM CIMB Niaga bebas tarik tunai.
Puas dari mall kami balik ke hotel Aman Residence. Malam ini lumayan tenang tidak terganggu suara dugem seperti malam kemarin. Maklum di seberang jalan ada deretan klub malam, tempat karaoke tempat para waria dan muda mudi berkumpul. Kemarin jam 9 malam sampai 6 pagi mereka pesta dugem. Gilanya mereka baru pulang dan musik dugem nya berhenti setelah matahari terbit.