Tag

, , , , , , ,

Selasa, 20 September 2011

Hari ini adalah hari dimana kami harus check out dari hotel All Season Victory Monument karena akan menuju Phuket untuk wisata pantai. Pagi ini sarapan kami adalah salad, buah potongan dan hidangan vegetarian khusus yang disiapkan hotel buat kami. Hidangan vegetarian berupa tumis jamur kancing dan potato mashed. Dengan tambahan taburan merica, garam dan saus tomat sudah enak rasanya.

sarapan di allseason

Dan setelah sarapan saya check out dan menerima slip pembayaran berikut print out deposit yang akan di kembalikan ke kartu kredit. Terimakasih hotel yang telah menyediakan akomodasi yang baik dan nyaman.

Selanjutnya kami menuju ke BTS Sanam Pao yang dilanjutkan ke CityLink ke

sarapan salad

arah bandara Suvarnabhumi. Total biaya per orang adalah THB 65, berdua THB 130. Lebih hemat daripada taksi yang totalnya sekitar THB 350 karena ada biaya tol segala. Ternyata mayoritas penumpang turun di bandara. Dari kereta ini saya juga bisa melihat beberapa masjid bertingkat yang besar di sekitar stasiun

airport link

Rakhamhaeng dan Huamak. Dan tampak juga perumahan dan kawasan industri yang rapi penataannya.

Tepat jam 8.50 kami tiba di bandara, tepat loket check in Air Asia ke Phuket FD 3056 dibuka. Kami sudah melakukan web chek in, sehingga cukup ke kaunter drop box untuk menaruh bagasi kami dan mendapat bukti penempatan bagasi. Lancar dan cepat prosesnya, mbak-mbak petugas nya juga ramah. Yang agak lama saat masuk screening ke pesawat, ternyata petugas mengobok-obok isi tas saya. Dan ternyata meski lolos di screening Jakarta, KL dan kedatangan di Bangkok, ternyata lotion dan pasta gigi disita di keberangkatan Bangkok menuju Phuket. Meski agak dongkol juga dengan kejadian ini, jadi kepikir untuk lain kali menyimpan alat mandi di bagasi saja. Pengalaman memang mahal.

Jam 10.30 kami masuk pesawat yang ternyata masih sangat baru, bau kulit nya juga masih tercium. Maskapai yang 3x berturut-turut menjadi maskapai penerbangan murah terbaik di dunia ini tampaknya all out dalam memberikan pelayanan, meskipun tidak gratis. Saya sudah memesan online makan siang berupa chicken basil(kemangi) saus kacang dan istri memesan nasi lemak Pak Nasser termasuk air mineral 100 ml. Lumayan enak dan mengenyangkan. Infligh shopping juga disediakan.

Akhinya jam 12.15 pesawat mendarat di bandara Phuket. Bandara ini serupa dengan umumnya bandara yang ada di Indonesia, dan langsung berbatasan dengan pantai. Dari segi bangunan tidak ada istimewa dengan bandara ini, dengan bandara Adisucipto di Jogja-pun masih kalah menarik. Di dekat toilet pengambilan bagasi banyak sekali brosur dan peta gratis. Tak menunggu lama, bagasi sudah di tangan kami dan langsung menuju pintu keluar. Ternyata ada juga tarif taksi yang murah yaitu THB 550 ke arah Patong dimana kami akan menginap. Saya terlanjur pesan penjemputan hotel yang harganya THB 1300 pergi pulang atau THB 650 sekali jalan. Lain kali menjadi pengalaman. Di pintu kedatangan kami dijemput Pak Idris dari penjemputan hotel Aman Residence, saya kira orang Melayu, ternyata orang Thai Muslim yang tidak bisa berbahasa Melayu. Taksi di sini berupa van Toyota yang masih baru, wangi dan AC yang sejuk. Sepanjang jalan beliau cerita tempat wisata dan pertunjukan di Phuket, misalnya Fantasea dan Simon Cabaret. Karena dari awal tidak ada rencana, kami tidak tertarik untuk memesan tiket pertunjukan yang katanya harus dilakukan sehari sebelumnya.

Kami ditawari untuk mampir di tempat penjualan oleh-oleh khas Phuket. Kami ikuti saja, karena kami juga sedang mencari oleh-oleh. Di sini harganya bisa 3x lipat dari oleh-oleh sejenis yang dijual di hypermarket, namun kualitas dan penampilan juga jauh lebih menarik. Ada harga ada kualitas. Belum melihat Pantai Patong, kami sudah membelanjakan THB 795 (Rp 240 ribu) untuk membeli oleh-oleh.

Sekitar jam 2 siang kami tiba di Hotel Aman yang kondisinya sangat mirip dengan di websitenya. Yang membedakan ternyata halaman luas di websitenya ternyata jalan raya yang terbuat dari semen yang sepintas mirip parkiran hotel. Cukup baik dari pandangan pertama. Ini adalah satu-satunya hotel yang mengklaim breakfast nya halal di kota Patong. Hotel ini milik muslim Thailand dari daerah utara Lanna-Chiang Mai, sehingga memupus anggapan saya bahwa Muslim Thailand hanya orang Melayu di bagian selatan yang berbatasan dengan Malaysia.

Fasilitas hotel ini untuk kamar ada safety box untuk menyimpan dokumen dan barang penting lainnya, free internet WIFI, TV dengan channel yang lebih bagus dan variatif daripada hotel di Bangkok sebelumnya, AC, mandi shower hangat, toilet duduk, meja tas, meja kerja dan lemari pakaian. Spring bed nya juga nyaman. Di luar kamar juga ada PC internet gratis sepuasnya dengan kecepatan yang baik 512 mbps. Mereka melayani antar jemput bandara dan penyewaan sepeda motor.

Oh ya kenapa pilih Patong, bukan Phuket. Karena ternyata kota Phuket nya sendiri tidak punya pantai yang menarik untuk dilihat. Turis umumnya ke Patong yang pantainya langsung menghadap Samudera Indonesia yang dulu juga kena Tsunami Aceh 2004. Phuket sendiri juga nama pulau yang punya banyak pantai indah, dan ibukotanya punya nama sama yaitu Phuket. Phuket asal katanya dari bahasa Melayu “Bukit” sesuai topografinya yang berbukit-bukit.

Setelah menaruh barang bawaan, kami menyewa sepeda motor yang disewakan hotel seharga THB 250/hari(Rp 75 ribu) dan perlu kami isi bensin 2 liter. Harga eceran saat ini adalah THB 40/liter (Rp 12 ribu).Kami coba keliling kota Patong untuk mencari makan malam. Saat adzan maghrib di Masjid Patong kami memesan nasi goreng dan nasi ayam. Penjualnya  orang Melayu Kelantan Malaysia, jadi dengan lancar kami berkomunikasi. Kami juga diberikan air kuah (air kosong) kaldu ayam gratis yang menjadi andalannya. Total makan untuk 2 orang THB 100 (Rp 30 ribu). Cukup murah untuk daerah yang sangat tourist oriented ini.

Setelah itu kami lanjutkan keliling-keliling kota, dan tertarik mampir di Mall Jungceylon. Seperti umunya mall di Indonesia,yang dijual bermacam-macam, tapi harus saya akui bahwa mall ini sangat bagus penataannya, mungkin setara dengan Discovery Mall di Kuta Bali, maklum menyesuaikan selera turis barat dan Jepang yang tak melulu mencari barang murah.

Di sini kami belanja kebutuhan untuk 2 hari dan oleh-oleh tambahan. Di sini kami juga bisa temukan manisan mangga sebungkus hanya THB 50 atau sepertiga dari manisan mangga yang kami beli seharga THB 160 di toko oleh-oleh tadi siang, Tapi tetap beda kualitas dan tampilannya. Di sini melimpah buah potong yang segar dan lezat serta murah. Benar-benar puas belanja buah, sama halnya dengan Thailand pada umumnya. Buah lokal bisa bersaing dengan buah impor nya, karena memang kualitasnya sangat bagus. Mudahan buah Indonesia bisa sebaik atau bahkan lebih baik kualitasnya dibanding buah Thailand. I love fruit.

Puas belanja, kami pulang, sholat tidur. Motor kami parkir di depan hotel karena milik hotel. Oh ya, sampai saat ini parkir motor di mall di Thailand gratis, hanya parkir mobil yang bayar.