Tag

, , , ,

KISAH PERJALANAN JOGJA-JAKARTA-BANGKOK-PHUKET-BANGKOK-JAKARTA-BANJARMASIN
17-24 SEPTEMBER 2011

Liburan tahunan kali ini kami melakukan kunjungan ke Thailand dengan awal dari Jogja (rumah istri) dan kembali ke Banjarmasin (tempat kerja).
Thailand merupakan negara ke tiga yang kami kunjungi setelah Malaysia dan Singapura.Ikhtiar kami setiap tahun berkunjung ke satu negara yang berbeda. Alhasil kami bisa mempersiapkannya dengan santai selama satu tahun untuk liburan satu minggu.
Seperti tahun lalu, kami menggunakan moda transportasi udara yang relatif cepat dan nyaman. Dari Jogja ke Jakarta dan Jakarta ke Banjarmasin kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia, kebanggaan kami, dari Jakarta ke Bangkok via Kuala Lumpur (pergi pulang) kami menggunakan Malaysia Airlines, dari Bangkok ke Phuket (pergi pulang) kami menggunakan Thai Air Asia. Sengaja kami memilih penerbangan ini karena reputasi dan prestasi yang mereka yang baik di tahun 2010. Garuda Indonesia (code GA) adalah maskapai terbaik di Indonesia, bintang 4, mendapat penghargaan Most Improved Airlines in Asia Pacific 2010 dari Skytrax, mengalahkan Cathay Pacific, Singapore Airlines, Thai Airways dan Malaysia Airlines. Kemudian Malaysia Airlines (MH) adalah maskapai bintang 5, yang mengaku semua menu nya halal dan membanggakan layanan hospitality-nya. Dan satu lagi Thai Air Asia (FD) yang merupakan anak perusahaan Air Asia yang di tahun 2011 dinobatkan sebagai penerbangan murah terbaik di dunia. Teringat iklan Garuda Experience, kenyamanan penerbangan menjadi pengalaman wisata sendiri.
Untuk penginapannya kami memilih hotel bintang 3-4 yang fasilitasnya cukup lengkap dan nyaman, namun tidak terlalu mahal. Di Bangkok kami menginap di All Season Victory Monument (Group Accor-baru di buka Desember 2010), di Phuket kami menginap di Aman Hotel (Halal menu dan dekat destinasi wisata utama di Patong-Phuket), sedangkan setiba di Jakarta kami menginap di Aston Cengkareng (ada free shuttle ke bandara tiap jam) sebelum balik ke tempat kerja kami di Banjarmasin keesokan harinya.
Liburan kali ini kami buat senyaman dan seringan mungkin dengan meminimalkan ekspektasi terhadap penerbangan, penginapan dan tempat-tempat yang akan kami kunjungi, karena pengalaman kami jika terlalu berharap lebih yang sering muncul adalah kelelahan dan kekecewaan, sedangkan jika nothing to lose, banyak kejutan dan keceriaan yang muncul. Coba buktikan sendiri.