Berbicara mengenai kredit dari bank syariah, tidak banyak berbeda dengan bank konvensional. Ada KPR, KKB, Multiguna dlsb. Bedanya adalah adanya akad bagi hasil/biaya sewa, sedangkan yang konvensional yang membebankan bunga.
Satu produk yang tidak dimiliki bank konvensional namun dimiliki bank syariah adalah adanya fasilitas kredit Gadai Emas. Beberapa bank syariah yang memiliki fasilitas ini antara lain BNI Syariah, BSM dan yang terbaru BRI Syariah. Tapi tidak semua bank syariah tersebut melayani Gadai Emas.
Kali ini saya akan berbagi mengenai Gadai Emas di BNI Syariah. Dengan catatan khusus di BNI Syariah Banjarmasin.
Beberapa persyaratan untuk Gadai Emas BNI Syariah antara lain :
– Emas sebagai jaminan, baik batangan maupun perhiasan. Sebaiknya emas batangan dan disertai sertifikat. Kenapa ? penjelasannya ada di bawah.
– Rekening Bank BNI Syariah, jika belum punya bisa dibuka bersamaan dengan pengajuan gadai.
– KTP asli, yang nantinya akan difotokopi petugas bank.
Berdasar pengalaman saya, tahapan yang akan dilalui saat pertama kali mengajukan Gadai Emas BNI Syariah ini sbb :
1. Siapkan persyaratan di atas. Datangi Bank BNI Syariah yang melayani Gadai Emas.
2. Datangi customer service (CS) dan sampaikan maksud untuk Gadai Emas, nanti akan diarahkan ke customer service yang khusus melayani Gadai Emas ini.
3. Setelah ketemu CS Gadai emas, akan diminta KTP untuk di fotokopi dan emas yang akan digadaikan. Emas tersebut akan dikeluarkan dari kemasannya (untuk yang dalam kemasan) dan dipisahkan dari sertifikat. Jangan khawatir di emas batangan/koin ada nomor seri yang sama dengan kertas sertifikatnya.
4. CS akan menuliskan jumlah emas dan taksiran harganya. Untuk emas batangan yang bersertifikat,maksimum kredit adalah 90% dari nilai emas, sedangkan emas perhiasan dan emas tanpa sertifikat mendapat kredit sekitar 80% dari nilai emas.
5. Emas akan di tes di batu hitam dengan cara menggesekkannya, kemudian bekas gesekan akan di tetesi semacam cairan.Dari sini akan diketahui apakah emas ini asli atau palsu.
6. Jika emas asli,masuk tahap selanjutnya yaitu penentuan biaya sewa penyimpanan, yang dihitung dari = jumlah gram X biaya titip/gram X jumlah hari penitipan. Di BNI Syariah berlaku penitipan sampai 60 hari (2 bulan) dan bisa diperpanjang sesuai kelipatan tersebut (kurang juga boleh) dan ada waktu tenggat 14 hari.
7. Jika nasabah setuju dengan biaya sewa penyimpanan dan uang gadai,maka petugas akan membuat surat akad perjanjian bermaterai, disitu tercantum berapa uang gadai yang bisa diperoleh dan berapa biaya sewa penyimpanan.
8. Uang gadai akan dimasukkan ke rekening nasabah di BNI Syariah, dan emas akan disimpan di BNI Syariah.
Lebih jelasnya dapat saya ilustrasikan berikut ini
Anton menggadaikan 100 gram emas batangan/koin yang dia punya. Dia mendatangi BNI Syariah yang melayani gadai emas.
Nilai emas pasaran saat itu pergramnya Rp 350.000,-,karena emas batangan dan bersertifikat maka dia bisa mendapatkan pinjaman maksimum Rp 31.500.000,- (90%x Rp 350.000,-x 100) yang akan dimasukkan ke rekening Anton di BNI Syariah.
Biaya titip per hari adalah 0,5 x gram/1000 x harga emas = 0,5x 100/1000 x 350.000,-
= Rp 17.500,-/hari

Setelah 60 hari Anton bisa mengambil lagi emas nya dengan membayar = pinjaman + biaya titip
= Rp 31.500.000,-+ (Rp 17.500,-x60)
= Rp 32.550.000,-

Jika yang dititipkan Anton adalah emas perhiasan, dia dikenakan biaya titip yang sama dengan pinjaman yang lebih kecil yaitu 80% x Rp 350.000,-x100
= Rp 28.000.000,-
Itulah sebabnya mengapa saya katakan menggadaikan emas batangan bersertifikat lebih menguntungkan dibandingkan menggadaikan emas perhiasan/batangan tanpa sertifikat.

Untuk informasi terbaru dan selengkapnya silakan hubungi BNI Syariah terdekat.