Tag

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Cukup mudah melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung bagi yang sudah terbiasa. Namun bagi yang dari luar pulau Jawa kadang perjalanan ini agak rumit dan membingungkan.
Cara termudah dan aman adalah datang ke Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta, lanjut ke Bandung menggunakan travel yang stand nya tersedia di semua terminal. Dengan minibus ada Xtrans dan Cipaganti, sedangkan menggunakan bus ada Primajasa. Dengan moda ini penumpang bisa langsung menuju Bandung sesuai dengan pool tempat armada tersebut parkir. Bagi yang ingin mendapat pengalaman naik kereta api, bisa menggunakan bis Damri jurusan stasiun Gambir. kabin kereta argo parahyangansalah satu pemandangan dari dalam kereta argo parahyanganDari tiap terminal bandara di halamannya terdapat pool Damri (bisa tanya petugas). Biaya minibus maupun bus langsung ke Bandung sekitar 90-110 ribu rupiah, sedangkan bus Damri ke Gambir 20 ribu rupiah, sambung kereta Argo Parahyangan seharga 80 ribu rupiah. Kereta ini melalui jalur yang cukup menarik/indah, kadang seperti melayang di atas jurang, menembus terowongan dan hutan, kadang di kaki gunung, kadang di tengah sawah,ada video dan penjualan makanan, ada sandaran kaki/lebih legak, sehingga terasa nikmat perjalanan. Kekurangannya agak lebih lambat dibanding moda minibus dan bis.

Perjalanan ke Bandung memakan waktu 2-3 jam. Di perjalanan kita bisa memesan makanan di kereta api. Demikian jika menggunakan shuttle minibus kita biasanya mampir di tempat istirahat (rest area) jalan tol, disana banyak kedai dan rumah makan serta minimarket yang bervariasi menunya. Harga makanan di kedua jenis moda transportasi ini standar, kurang lebih makan di fast food KFC, Mc Donald dsb.

Sesampai di Bandung, jika menggunakan kereta api disarankan ke sebelah utara stasiun Hall-jalan kebun kawung, karena di sana banyak pilihan transportasi , misalnya pool Blue Bird, persis berada di sebelah kiri pintu keluar stasiun Hall utara ini, demikian juga angkutan kota (angkot). Hal ini sangat penting, karena jika ke sebelah selatan stasiun kita akan kesulitan mencari taksi/angkutan selain yang menguasai area ini. Namun di stasiun Hall sebelah selatan ada tempat makan yang legendaris, yaitu sate domba Hadori, lokasinya persis di depan terminal Stasiun Hall. Sate domba yang fresh dan juicy sangat enak dimakan dengan sambal kecap dan acar.

Selanjutnya kita mencari tempat menginap, banyak pilihan tersedia di kota ini. mulai dari losmen/hotel melati hingga hotel berbintang lima.untuk mencari informasi hotel berdasar pengalaman tamu yang pernah menginap di hotel bisa dicari di http://www.tripadvisor.co.id.  penilaian ini biasanya relatif  jujur sesuai selera masing-masing. Berdasar pengalaman, salah satu pilihan hotel yang bertarif di bawah 300 ribu/malam dan lumayan baru adalah Pop Harrissarapan di Pop Harriskamar Pop Harris yang satu bangunan dengan hotel Harris (bintang 4) dan mall Festival Citilink di daerah Kopo, lokasinya yang jauh dari daerah Dago (pusat belanja dan cuci mata) lumayan tertolong dengan adanya mall dan taksi Rina Rani yang bisa dipesan via resepsionis hotel.Plus hotel ini murah, ada TV kabel, AC, kamar mandi dalam, gratis nasi bungkus dan minuman untuk sarapan, serta ada vending machine yang menjual snack dan minuman. Minus, tidak ada telpon di kamar, semua standar dan terkadang dipakai ospek mahasiswa luar kota sehingga mengganggu ketenangan tidur (pengalaman di Bulan Maret 2012 lalu).

Dua hotel berikutnya yang lebih nyaman dan elegan adalah hotel Santika (bintang 3) dan Novotel (bintang 4), masing-masing bertarif mulai 600 ribuan/malam dan 800 ribuan/malam. Disamping itu ada juga  hotel yang terkenal seperti Hyatt, Sheraton, Hilton, yang tarif nya di atas 1 jutaan/malam. Mengenai Santika, kamar superior hotel Santikaresepsionis hotel Santikameski bintang 3, karena lokasinya sangat strategis dan terawat, tarifnya juga setara dengan satu bintang di atasnya. Kelebihan Santika adalah lokasi yang strategis, di belakang Bandung Indah Plaza, di samping  Riau Junction, Jalan Riau dan Dago serta tidak jauh dari Pasar Baru yang ramai dikunjungi wisatawan Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei. Sarapan yang bervariasi/ lengkap dan lezat, bahkan saat weekend ada jamu tradisional segar yang dilayani langsung oleh ibu pembuatnya, kamar yang baru di renovasi dengan amenities yang lengkap, koran Kompas tiap pagi. Untuk makan siang tersedia di hotel maupun pusat perbelanjaan di sekitarnya. Kalau mau lebih jauh bisa naik angkutan umum (angkot) maupun taksi. Di depan hotel standby taksi Putra yang unit nya sudah agak tua, tapi mereka pakai argo, agak spesial memang karena berdasar pengalaman tahun 2012 ini, jika di depan hotel lain mereka biasa tidak pakai argo (tarif bisa 2x lipat daripada kalau pakai argo). Kalau mau pakai taksi argo Blue Bird jalan kaki sekitar 100 meter ke parkir belakang BIP/Hotel Hyatt Bandung. Selain Blue Bird, taksi Gemah Ripah saat ini cukup bisa diandalkan, tarif lebih murah, berargo dan banyak populasinya. Sedangkan Blue Bird memang sering menjadi pilihan pelanggan korporat, namun sering tidak tersedia pada jam jam sibuk pulang kantor (jam 5-7 sore) mengingat terbatasnya unit.

Hotel berikutnya adalah hotel Novotelcheese corner kamar premier Novotel Bandungcompliment buahamenities yang mewahyang ada di jalan Cihampelas. Hotel yang baru dan bintang 4 ini menawarkan pengalaman desain hotel yang artistik, bersih dan terawat. Hotel ini merupakan jaringan hotel internasional-Accor sehingga tidak mengherankan kita ketemu tamu beragam bangsa saat sarapan pagi. Kelebihan hotel ini adalah kamar yang artistik dan bersih, fasilitas yang lengkap, dan sarapan beragam dari berbagai penjuru dunia. Kekurangannya lokasi agak jauh dari pusat makanan dan fashion, namun sebenarnya mudah saja diakses karena dilalui angkot dan adanya taksi Blue Bird yang siap mengantar ke tujuan.

Setelah mendapatkan tempat menginap berikutnya mencari tempat makan. Tempat makan standart dan cukup enak dan dekat hotel adalah di fast food dan food court Bandung Indah Plaza (BIP). Mungkin karena mall ini sudah lama dan koki tempat makan di mall ini sudah pengalaman, makanan minuman di sini termasuk enak sesuai harga. Sarapan pancake dan teh di Mc Donaldsarapan @Mc Donald bisa dijadikan alternatif. Hoka hoka Bento depan BIP juga enak. Sedangkan di food court BIP sesuai pengalaman secara random, rasa makanannya tidak mengecewakan.  Dari Santika atau samping BIP bisa naik angkot Kalapa Dago turun di simpang Dago, jalan kaki cuci mata dan belanja di deretan factory outlet sepanjang jalan Dago, dan pas sampai di RS Borromeus, menyeberang ke jalan Ganesha, makan siang di Kantin masjid Salman ITBmakan siang di kantin salman, disana makan nikmat dengan menu nasi, lauk 3 macam (telur, ayam goreng, ati ampela), sayur sop, minum teh manis dan air mineral Vit, cukup bayar 13 ribu rupiah.  Setelah kenyang bisa sholat di masjid kampus tertua di Indonesia ini dan melihat maraknya aktivitas mahasiswa ITB. Lanjut jalan kaki ke jalan Dago (Juanda), ada toko oleh-oleh Kartika Sari yang terkenal dengan pisang molen dan oleh2 lainnya, disini juga ada gelato (semacam es krim gelatin)kopi/mocca yang nikmat. Puas dari Kartikasari, turun lagi melewati bawah fly over Surapati bisa mampir di Circle K Planet Dago pesan segelas besar Thirst Busterthirst buster by circle K aneka rasa seharga 8 ribu rupiah. Segerr. Bila lapar sudah terasa, bisa mampir di rumah makan padang Simpang Raya seberang Superindo Dago. Aneka masakan padang/kapau tersedia disini, dan bisa dibungkus. Dari sini bisa jalan lagi melewati hotel Holiday Inn balik lagi ke hotel Santika. Jalan kaki sejauh 2,7 km ini tidak begitu terasa melelahkan karena sepanjang jalan Dago (Juanda) tidak ada tempat menganggur, berderet factory outlet, restoran, pusat perbelanjaan, kantor dan hotel.ditambah lagi dengan rindangnya pepohonan sepanjang jalan. Masih banyak tempat makan yang khas di Bandung yang bisa dieksplorasi.

Berikutnya tempat belanja di Bandung sangatlah lengkap. Busana muslim grosir an bisa didapat di Pasar Baru, pakaian dan celana bermerk terkenal dengan harga relatif murah bisa dicari factory outlet di sepanjang jalan Dago, jalan Riau, jalan Setiabudi. Cara mengidentifikasi barang itu asli atau tidak paling mudah lihat resliting apakah sama dengan merk celana. karena tak jarang celana merek terkenal tapi reslitingnya YKK (resleting yg dijual umum/pasar). Yang paling menyenangkan di sini adalah barang yang bervariasi dengan kualitas dan harga yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. yang pasti di Bandung melimpah ruah pakaian dan celana bermerk terkenal dengan harga relatif murah. Kemudian tempat cuci mata yang asyik sebut saja Ciwalk (Cihampelas Walk) dan PVJ(Parisj Van Java) Mall, jalan jalan disini terasa berbeda  dengan mall pada umumnya. Ciwalk, mall dengan toko-toko dibawah pohon cemara yang rindang/asli, disini dulunya kolam renang khusus orang Belanda-jaman Belanda, sedangkan PVJ mall, mall yang luas/lega dengan desain toko yang unik. Satu lagi yang patut dikunjungi adalah Bandung Super Mall (BSM) yang menyatu dengan Trans Studio, Hotel Ibis dan Hotel Trans Luxury.

Masih banyak lagi tempat yang bisa dikunjungi di Bandung, antara lain kampus (ITB, Unpad, UPI, IT Telkom dll), museum Gedung Merdeka, Gedung Sate, Masjid Agung, dan tempat lain yang di sekujur kota Bandung.