Mendengarkan Siaran Radio Ribuan Kilometer dari Pemancarnya

Pengalaman ini terjadi secara tidak sengaja, saat mau lihat update software yang ada di BB Apps World. Pas buka aplikasi tertera logo manusia hijau berjoget sambil pakai headset kemudian di atasnya ada tulisan 98.7 Gen FM. Wah ini radio Jakarta. Sambil mikir lagi, apakah ini software streaming radio, kudownload saja dan begitu selesai langsung kuaktifkan. ternyata betul ini siaran langsung radio Gen FM Jakarta. Suaranya cukup bagus. Dan pas putar lagu ada sampul album, judul lagu dan nama penyanyinya. wuih canggih betul.
Penasaran dengan radio Bandung yang kuidolakan sejak zaman kuliah-karena pilihan lagunya mantab, kucari di google dengan kata kunci radio streaming bandung, maka muncul ribuan alamat. kupilih yang paling atas karena biasanya inilah yang paling populer yaitu : http://tunein.com/radio/Bandung-r100882/

Tampilan Web Streaming

maka muncullah 35 stasiun radio yang ada di Bandung. Kucoba satu persatu, ternyata tidak semua support untuk diputar di notebook, harus install program dulu. tak mau repot aku pilih Delta FM Bandung yang bisa langsung kudengarkan siarannya. Dengan mengusung tagline-100% lagu enak, lagu yang diputar bener-bener enak, bukan lagu yang lagi trend/digemari ABG. mantap sekali. Istri saya tak mau kalah, ia searching di google radio streaming Jogjakarta, tak kalah banyak.
Di saat serbuan siaran tv yang melelahkan mata, mendengarkan siaran radio dari kota yang ribuan kilo jauhnya dan beda pulau, dan mungkin di seluruh pelosok dunia (belum mencoba yang ini :) ) serasa seperti menemukan oase di tengah keringnya hiburan di pedalaman Kalimantan.
Hanya bermodal handphone atau laptop yang dilengkapi modem, serta jaringan data operator telepon seluler, radio streaming dapat dinikmati dengan sangat murah (kalau pakai internet unlimited atau BB-BIS) dan nyaman(tanpa putus). Ajaib buat saya dan semoga sudah biasa buat anda.
Patut dicoba.

E-KTP Kartu Identitas Warga Indonesia Terbaru

Di akhir tahun 2011 mulai dilakukan pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) baru untuk seluruh warga negara Indonesia. Jika KTP sebelumnya dibuat dengan cara sederhana, cetak, laminating, kini KTP yang disebut juga E-KTP jauh lebih modern.

E-KTP ini berguna untuk mencegah identitas ganda karena proses nya cukup canggih seperti halnya dalam pembuatan pasport.

Tahapnya :

- mendaftarkan ke petugas dengan membawa surat undangan foto E-KTP dari RT, kemudian mendapat nomor urut pemotretan

- masuk ke ruang foto, untuk tahun kelahiran tahun ganjil latar belakang merah, tahun kelahiran genap latar belakang biru

- oleh petugas diberi kesempatan melihat hasil foto, jika belum puas bisa foto ulang dan terakhir diminta pilih foto yang mana yang mau dipakai

- konfirmasi data nama, alamat, tempat tanggal lahir dsb di KTP lama apakah sudah betul. Karena data sudah pernah diinput di database KTP lama, petugas tidak perlu mengetik ulang

- sidik semua jari tangan, kemudian satu persatu jari, dan terakhir pasangan jari misalnya telunjuk kiri dan kanan di scan bersamaan

- tanda tangan

- scan iris mata, tidak boleh kedip, jika kedip di ulang proses scan. proses ini tidak berasa sama sekali.

- tanda tangan

proses sudah selesai dan menunggu pengambilan E-KTP di kemudian hari.

E-KTP ini di lengkapi chip yang memuat semua identitas ini, dan wajar jika betul-betul sudah online sistemnya akan ketahuan jika orang yang sudah punya E-KTP ingin punya KTP di tempat lain.  Bagaimana ya kalau pindah tempat tinggal ya?

contoh e-ktp di e-ktp.com

DAMRI Saat Ini

Kesan positif saya rasakan kemarin saat menggunakan jasa DAMRI untuk mengantar saya ke Terminal Rawamangun dan kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Sebenarnya sejak 4-5 tahun lalu sudah bagus dan nyaman bus-bus DAMRI ini. Namun sejak SEA Games tahun 2011 ada perubahan yang signifikan yaitu lukisan batik di body belakang, menambah kesan elegan body nya yang berwarna perak. Sopir dan kondektur ramah, kabin bersih dan wangi. tiket/karcis murah hanya Rp 20 ribu untuk dalam kota Jakarta dan Rp 35 ribu untuk ke terminal sekitar Jakarta. Yang jelas lebih baik dan nyaman daripada SkyBus nya LCCT dan bus-bus yang ada di Kuala Lumpur, Singapura dan Bangkok.

Ukuran kabin yang besar dan AC yang selalu dingin membuat nyaman penumpang. Yang tak biasa saya lihat kemarin adalah di depan diatas sopir ada TV layar datar tipis yang memutar lagu-lagu hits, iklan wisata Indonesia dan informasi kecepatan bis serta perkiraan sampai di di tujuan.Menghibur dan informatif. Kemudian di dekat tangga masuk ada colokan listrik yang bisa dipakai penumpang untuk mengisi baterai hp, laptop atau apapun, yang penting charger dan baterainya bawa sendiri. Dua jempol tangan untuk DAMRI Jakarta.

Untuk ke tempat tujuan banyak pilihan, namun biasanya kalau tidak DAMRI ya taksi. Masing-masing ada kelebihannya

Naik DAMRI apabila :

- Tidak buru-buru,karena harus menunggu bus sesuai dengan tujuan terminalnya. Satu bus satu jurusan. Pengalaman saya, paling lama setengah jam menunggu untuk mendapat bus DAMRI sesuai tujuan

- Berangkat sendiri, dan tujuan tak jauh dari terminal yang dituju. Misal ke terminal Rawamangun dengan DAMRI cukup Rp 20 ribu, sedangkan apabila naik taksi sekitar Rp 100 ribu. Kalau berombongan dan lokasi jauh dari terminal pool DAMRI biasanya naik taksi.

Bonusnya ya lebih lega tempat duduknya. Sampainya juga kadang lebih cepat karena rata-rata sopir bus DAMRI bandara sudah cukup berumur/pengalaman dalam mengemudi. Dan mereka berangkat setiap seperempat atau setengah jam. Jadwalnya teratur. Info detailnya bisa di lihat di www.damri.co.id. Naik DAMRI lebih nyaman daripada baca website nya :)

Membeli Emas Logam Mulia di Pegadaian Syariah

Di saat ramainya orang tertarik untuk investasi emas khususnya emas logam mulia (LM), stock logam mulia di toko emas menipis bahkan seringkali habis. Pernah tiap akhir pekan selama sebulan ke toko langganan yang jual logam mulia mau memesan emas, ternyata emas LM nya sold out, bahkan dipesan pun mereka tidak bisa menyediakan karena harganya fluktuatif. Syukurlah ada jalan keluar, yaitu tahun 2011 ini Bank BRI Syariah dan Pegadaian Syariah kembali menjual emas untuk masyarakat umum dengan metode angsuran. Kali ini saya ingin membagi pengalaman membeli emas LM di Pegadaian Syariah.

LM sendiri adalah emas batangan yang dicetak oleh Logam Mulia-anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk, Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pertambangan mineral. Memiliki pengakuan dari LBMA (London Bullion Market Association) dan termasuk di dalam Good Delivery List of Acceptable Refiners of Gold Bars sejak 1 Januari 1999. Akreditasi ini sebagai Kompetensi Nilai Jual Logam Mulia di pasar emas Internasional dan domestik yang merupakan satu-satunya pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia.

Emas produk logammulia

Untuk membeli emas di Pegadaian Syariah kita harus mendatangi pegadaian terdekat.

Persyaratan untuk membeli emas di sini cukup sederhana, antara lain :

- fotokopi KTP/identitas resmi lainnya

- Isi formulir aplikasi

- Uang muka

- Tanda tangan akad

Dan informasi dari petugasnya, tidak hanya pegadaian syariah, yang  konvensional juga melayani pembelian emas LM ini. Produk yang ditawarkan ini namanya Mulia. Patokan di pegadaian saat ini adalah

-harga emas berdasarkan yang tercantum di www.logammulia.com

-pilihan berat logam mulia antara lain : 4,25 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram dan 1 kg

-uang muka 25%, sisanya dapat diangsur 3 tahun, keuntungan pegadaian sekitar 1% per bulan, kalau 3 tahun berarti sekitar 36%, kepastiannya bisa ditanyakan ke pegadaian.

- ada ongkos kirim (tergantung berat LM dan lokasi pegadaian) dan biaya administrasi (Rp 50 ribu) yang dibayarkan bersamaan dengan uang muka

Sebagai contoh :

Hari ini Ahmad memesan emas di Pegadaian sebanyak 25 gram, harga emas di www.logammulia.com untuk emas seberat ini adalah Rp 13.037.000,-, Ahmad berencana mengangsur 6 kali (6 bulan) maka hitungannya sbb :

Harga pembelian = harga emas + margin (6%x harga emas) = Rp 13.037.000,-+Rp 782.220 = Rp 13.819.220,-

Uang muka = 25%x harga pembelian + ongkos kirim (tergantung berat dan lokasi pegadaian) + admin

= Rp 3.454.805,-+Rp 36.789,- + Rp 50.000,- = Rp 3.541.594,-

sisanya = Rp 10.364.415,- diangsur 6 kali (6 bulan) maka perbulannya harus menyetor Rp 1.727.403,-

Emas akan diserahkan saat angsuran lunas. Pelunasan dipercepat akan mendapat diskon, tapi tidak sebesar jika sudah ditetapkan di awal. Misal Pak Ahmad tadi di bulan ke 3 sudah bisa melunasi, makan potongannya tidak 3% tapi hanya sekian puluh ribu rupiah saja. Kalau memang dirasa bisa melunasi 3 bulan lebih baik dinyatakan di depan, margin Pegadaian untuk angsuran 3 bulan adalah 3,5%x harga emas.

Hal yang sama jika telat mengangsur sesuai tanggal, maka denda per minggunya adalah 2% dari angsuran, dari contoh di atas jika baru dibayar pada H+1 sampai H+6 maka dendanya adalah Rp 34.548,- begitu seterusnya. Untuk pegadaian syariah, uang denda ini digunakan sebagai dana sosial.

Oh ya, kalau membeli emas secara tunai tanpa angsuran juga bisa. Hanya dikenakan biaya kirim dan admin, tapi untuk saat ini jarang tersedia stock, sehingga harus menunggu. Bisa jadi datangnya bersamaan dengan yang menggunakan metode angsuran.

Info produk Mulia dan simulasinya bisa dilihat di website Pegadaian (www.pegadaian.co.id)

Tampilan depan website Pegadaian

Tips Mengatasi Aki Tekor

Sore tadi jam 6 sore saat hendak ke kota, tiba-tiba mobil kami mogok, tak mau di starter. Kami berinisiatif untuk mengeluarkan dari garasi dan mendorongnya di jalan depan rumah. Meski Sudah di dorong sambil starter ternyata tak kunjung ada tanda-tanda mau hidup. Kami bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi pada mobil yang umurnya baru 2,5 tahun, buka bungkus dari dealer dan KM nya baru 30 ribu km . Bensin masih setengah penuh, panel masih bisa nyala, lampu-lampu masih bisa nyala, alarm masih bisa bunyi, wiper juga masih bekerja. Tapi kok tidak bisa di starter sama sekali. Ada apa gerangan. Di tengah-tengah kebingungan hujan turun dengan derasnya, plus kumandang adzan Maghrib terdengar. Berhubung saya yang kebagian mendorong mobil maka basah kuyuplah saya. Istri yang tadinya di dalam mobil ikut keluar setelah tidak ada tanda-tanda mobil bisa di starter, maka basah pulalah ia. Hopeless. Saya coba kontak teman kantor untuk pinjam jamper aki, ternyata tidak ada yang punya. Ya sudahlah di tengah lebatnya hujan kami dorong kembali mobil ke garasi sejauh 50 meter. Dan ternyata karena untuk menuju garasi ada rel pagar dan kemiringan garasi plus badan lelah kerja seminggu dan mendorong mobil sejam tanpa hasil, hanya ¾ badan mobil yang bisa masuk area rumah, ¼ di luar pagar. Tiba-tiba listrik juga padam. Lengkap sudah penderitaan sore ini.
Di tengah kegalauan istri minta diriku untuk sholat Maghrib sambil berdoa untuk diberikan jalan keluar. Setelah sholat saya coba lagi starter mobil. Belum bisa juga ternyata. Akhirnya saya ambil buku servis & garansi dan buku pedoman pemilik mobil, disitu ada info bahwa garansi aki/baterai berlaku 2 tahun atau 50 ribu km mana yang lebih dahulu tercapai.Mulai ada titik terang, mungkin aki mobil saya sudah lewat dari umur pakai. Kami cari buka lagi halaman demi halaman dan akhirnya di halaman terakhir ada lembar Dukungan Service Emergency 24 Jam oleh Astra World dan call center di 89 898 (tanpa kode area-berlaku nasional). Maka saya hubungi nomor tersebut, dari seberang operator memandu menghubungkan dengan bagian teknis Astra World. Alhamdulillah setelah curhat, petugas mekanik Astra World memberikan solusi untuk menangani aki mobil kering sebagai berikut :
1.cari tempat untuk mendorong mobil
2. pasang mobil pada gigi 2
3.dorong cukup kencang sejauh 5-10 meter
4.lepas kopling, niscaya aki akan terpancing dan mobil bisa di starter.
Kami langsung coba tips tersebut. Alhamdulillah tips tersebut betul-betul berguna, mobil bisa distarter dan kembali jalan. Dan akhirnya jam 9 malam tepat, mobil bisa masuk dengan manis di garasi. Kemudian mobil dimatikan, coba distarter lagi dan ternyata tidak bisa. Meski begitu kami menjadi tahu teknik menangani mobil yang tak bisa di starter, tahu kalau aki harus diganti pada kurun waktu tertentu (2 tahun), dan yang penting ternyata peristiwa sederhana bagi mekanik ternyata sangat rumit bagi yang belum tahu ilmunya. Terimakasih untuk Astra World yang siap sedia membantu customernya 24 jam. Pengalaman yang luar biasa. Alhamdulillah.

Menonton Langsung Semifinal Sepakbola SEA GAMES 2011

Ini adalah pertama kalinya saya dan adik saya menyaksikan langsung event Sea Games. Dan kebetulan event berlangsung di Indonesia.Karena kebetulan kami bekerja di luar kota yang jauh dari Jakarta dan Palembang, kami ada waktu menyaksikan pertandingan di akhir pekan. Dan Alhamdulillah ada event semifinal sepakbola antara Malaysia vs Myanmar dan Indonesia vs Vietnam di Gelora Bung Karno.
Suasana Sea Games mulai terasa sejak di pesawat Garuda Indonesia selaku salah satu sponsor utamanya. Koran gratis dan majalah Garuda juga membahas mengenai Sea Games. Lebih terasa lagi ketika mendarat di Bandara Soekarno Hatta, jalan tol ke arah kota Jakarta, mal-mal besar di Jakarta dan seluruh jalan utama. Benar-benar demam Sea Games rupanya. Mudah-mudahan adanya event ini ikut menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia, paling tidak seperti kami mengeluarkan tabungan untuk beli tiket, sewa hotel, taksi dan makan di Jakarta, dan puluhan ribu supporter dari dalam dan luar negeri yang sengaja datang untuk mendukung timnya.
Kembali ke judul, kami berangkat ke Gelora Bung Karno sekitar jam 3 sore, setelah sebelumnya mengeksplorasi mall, museum Bank Mandiri, dan check in dan istirahat di Hotel Fave-Aston Wahid Hasyim. Dari hotel kami berjalan ke arah halte Trans Jakarta(TJ)-Sarinah sekitar 5 menit. Dan bus yang kami tumpangi sudah penuh dengan pendukung Indonesia yang rata-rata anak baru gede (ABG), sengaja kami pilih TJ karena relatif bebas macet dibanding moda transport lain.

Jam 3.30 sore kami sampai di halte Bundaran Senayan, tak jauh dari situ kami masuk ke pintu Senayan depan hotel Atlit Century. Di depan sudah banyak penjual merchandise timnas Indonesia dan calo tiket yang menawarkan tiket dengan harga hingga 2x lipat. kami sempat mengabaikan mereka hingga akhirnya sadar bahwa tiket sudah terjual habis alias sold out. Barangkali sudah rezekinya calo akhirnya kami membeli tiket kelas 2 seharga Rp 150 ribu (tercetak harga di tiket Rp 100 ribu) per lembar dan posisinya lumayan nyaman, di pojok lurus kaldron. untuk yang tribun atas dan belakang tiketnya sekitar Rp 25 ribu dan Rp 50 ribu. Kami sempat di tawari tiket VVIP yang perlembarnya Rp 500 ribu. Gila saja, buat nongkrongin bola saja harganya sama dengan tarif hotel bintang 4 atau tiket pesawat Garuda. Untungnya tiket ini bisa untuk menonton 2 pertandingan semifinal. Sebelum kami masuk ke  stadion untuk beli tiket kami mampir ke booth Samsung yang sedang membagikan kantung udara -tepuk udara bertuliskan Samsung dan logo Sea Games 2011, yang syaratnya cuma isi nama dan no telpon. dan adik saya yang punya handphone Samsung dapat tambahan berupa topi keren yang ada tulisan dan logo Sea Games 2011.

Tepat jam 4 sore kami masuk ke stadion di sektor 16. Pas pertandingan Malaysia-Myanmar akan dimulai. Proses masuknya lancar dengan penjagaan berlapis. Di pagar pertama adalah panitia dan security, berikutnya di pintu tribun ada polisi. Pertandingan semifinal pertama ini cukup seru dan berimbang sehingga sampai akhir babak pertama masih 0-0. Baru pada menit 87, Ahmad Fakri Syarani berhasil melesakkan bola ke gawang Myanmar. Sehingga Malaysia unggul 1-0 atas Myanmar dan lolos ke final tanggal 22 Nopember 2011 nanti. Yang unik dalam pertandingan ini adalah saat pemain Malaysia menyerang Myanmar ada teriakan huuuuu dari supporter Indonesia,dan teriak ayooooo saat Myanmar berbalik menyerang (mungkin pemain Myanmar juga gak ngerti apa artinya ayo he3x). Meski serumpun Melayu-saudara terdekat dan bertetangga, nampaknya rivalitas dalam sepakbola mengemuka. Demikian juga saat penonton Malaysia bubar selesai pertandingan dan penonton Indonesia memenuhi tribun, rombongan mereka di teriaki huuuuu. Meski diteriaki huuuu mereka tampak senyum senyum karena jadi pusat perhatian terlebih timnya menang.

Malaysia vs Myanmar 1-0

Tontonan utama dan paling ditunggu tunggu adalah Indonesia melawan Vietnam. Jadwal semula jam 7 malam ternyata baru dimulai jam 7.30. Pertandingan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Vietnam, teriakan huuuu kembali terdengar-sebenarnya tidak baik hal ini dilakukan karena harus menghormati bendera dan lagu kebangsaan negara tamu. Di depan kami tampak supporter Vietnam memasang bendera raksasa dan spanduk dukungan mereka. Karena sangat mengganggu-menghabiskan space tempat duduk padahal supporter mereka tidak banyak, spanduk dan bendera raksasa ini akhirnya kembali digulung.

Seru sekali pertandingan malam ini. Serangan demi serangan dilancarkan Vietnam dan serangan balik dari tim Indonesia yang turun dengan pemain terbaiknya. pertandingan sangat menghibur. Saat turun minum babak pertama, petir dan hujan turun sampai pertengahan babak ke dua membuat pemain kedua tim sering tergelincir. Kengototan mereka tidak luntur dan tetap full power. Full pressing footbal dan gerakan cepat ditampilkan kedua tim. Akhirnya tendangan bebas Patrick Wanggai  di menit ke 60 yang tidak disangka-sangka arahnya meledakkan sorak sorai penonton. Tambahan gol di menit-menit menjelang akhir pertandingan dipersembahkan Tibo. Dan yang tak bisa dilupakan adalah kapten tim Egi Melgiansyah yang jatuh bangun dan sempat hampir menghasilkan gol berhasil memecah barisan tengah Vietnam dan memperlancar rekan-rekannya dalam melakukan serangan. Penampilan kiper Kurnia Mega juga ciamik. Semua pemain tampil bagus dan maksimal. Kerjasama yang sempurna.

Semoga energi yang terkuras di semifinal segera kembali (recovery) dan mengalahkan Malaysia di final tanggal 22 Nopember 2011 nanti

Inilah Supporter Indonesia

Indonesia vs Vietnam 2-0

Thailand 2011 (9) : Kembali Ke Habitat

Sabtu, 24 September 2011

Paginya jam 8 kami ke restoran untuk sarapan. Menunya bervariasi, ada ayam dan nasi goreng, fillet ikan, roti dan selai, bubur, omelet dan salad. Rasanya Indonesia banget, menyadarkan bahwa sudah ada di Indonesia. Yang sangat menonjol bedanya dengan Thailand adalah di sana sayur dan buahnya sangat segar dan jika dimasak tidak sampai overcook/lunak. Di sini sayurnya terlalu matang/lunak dan buahnya kurang segar. Tak apalah, mungkin ini sudah maksimal. Yang aku salut dengan Aston adalah dedikasi karyawannya dalam melayani tamu (serupa di Aston Bandung). Ramah dan fokus kepada kepuasan pelanggan. Orang nya cekatan/tidak lambat tidak ada kesan menunggu sesuatu (tips). Dua jempol untuk servis Aston. Jam 12 siang kami diantar ke bandara menggunakan bus, bersama rombongan dari Kemendiknas yang ada acara di hotel tersebut. Sepanjang jalan yang terlihat perkampungan dekat pantai di daerah Kamal.

Jam 12.50 kami sudah sampai di terminal 2F. Meski kurang 2 jam lagi dari jadwal check in kami bisa check in di general check in Garuda Indonesia. Cukup ramah dan singkat, kemudian kami lanjutkan masuk ke Executive Lounge Mandiri. Meski ada 2 kartu Mandiri (Gold dan Titanium) tapi yang bisa digunakan hanya 1. Satunya harus bayar Rp 60.000,00. Lumayan di Lounge, tak perlu bengong nunggu jam 3.45 untuk masuk ke pesawat. Makanan, minuman, majalah, koran, mushola dan toilet tersedia di sini dengan kondisi yang terawat. Yang istimewa adalah bakery/aneka macam roti yang nikmat seperti bakery di mall. Tak terasa panggilan boarding ke pesawat Garuda.

Mandiri Lounge Terminal 2F

Karena sudah puas jalan-jalan dan naik pesawat sebelumnya, pas naik Garuda ini sudah tidak terlalu amazing, terasa biasa saja. Petang itu pesawat penuh dengan penumpang dan tanpa hiburan-AVOD. Agak kurang sreg dengan pramugara yang agak arogan-separuh baya dan gendut, whatever lah, untung pramugarinya

Di dalam Mandiri Lounge

tetep cantik dan ramah. Setelah makanan dan minuman di sajikan, kami terlelap tidur. dan sekitar jam 8 malam pesawat mendarat mulus di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Perjalanan ke rumah yang berjarak sekitar 12 km kami tempuh dengan taksi bandara yang bertarif Rp 55.000,-

Ini pesawatnya

Puas sekali perjalanan kali ini, tanpa perselisihan, pengalaman-pengalaman yang benar-benar baru dan menyenangkan. Dan akhirnya pada kesimpulan : masih banyak potensi yang bisa digarap di Indonesia kalau melihat usaha negara Thailand, Malaysia dan Singapura dalam mengelola pariwisatanya, padahal keindahan alamnya

nasi goreng dan kerupuk

berserak dari Sabang sampai Merauke, yang luasnya (1.919.440 km2) lebih dari 2x dari Thailand (514.000 km2) , Malaysia (329.750 km2) dan Singapura (697 km2) apabila digabungkan.

Alhamdulillah sesuatu banget

Thailand 2011 (8) : Bangkok-Kuala Lumpur-Jakarta

Jumat, 23 September 2011

Kami bangun jam 6 tepat. Sholat subuh lalu memasak sarapan. Istri kebagian membuat sup Tom Yam dan masak Indomie goreng versi Thailand (mi nya lebih kenyal), saya kebagian memanaskan nasi ayam bumbu kemangi di microwave dan membuat salad buah. Setelah itu kami mandi dan berkemas untuk check-out dari hotel.

Indomie Thailand

Tepat jam 8 pagi kami keluar hotel, check out dan minum welcome drink di restoran. Proses check out cukup singkat, lalu kami tunggu tuk tuk yang mengantar kami ke ujung jalan Sukhumvit 8 dekat BTS Nana. Dari BTS ini kami menuju ke BTS PhayaThai yang terhubung dengan Citylink yang mengantar

Sarapan Instan

kami ke bandara. Suasana di BTS pagi ini sangat ramai dan penuh, kami berdiri dengan pintu. Sedangkan Citylink kami dapat duduk karena stasiun ini adadi ujung sehingga kereta masih kosong.

Jam 9.15 kami sampai di bandara yang sudah ramai dengan penumpang. Di sini kami tukarkan sisa Baht pecahan besar ke USD. Ada ratusan maskapai yang naik turun di bandara ini. Pemandangan yang tak lazim di Indonesia adalah cukup banyak biarawan Budha laki-laki perempuan yang berlalu lalang di sini. Kebetulan counter Malaysia Airlines masih sepi sehingga kami langsung dilayani di urutan pertama. Proses imigrasi lebih singkat dari waktu berangkat ke Phuket 3 hari sebelumnya, tetapi dengan aturan yang lebih ketat. Laki-laki diminta melepas alas kaki/sepatu dan ikat pinggang. Dan yang ngeyel justru akan dipersulit. Kami sempat lihat penumpang dari India yang ngeyel justru di bentak oleh petugas pengawas screening.

Kami juga sempat membelanjakan sisa pecahan kecil Baht untuk beli air mineral dan jus buah di duty free bandara. Ruang tunggu F6 yang kami tempati cukup lega.

Tepat jam 10:40 kami masuk ke pesawat dan jam 11:10 pesawat siap-siap lepas landas. Ternyata pesawat terkatung-katung selama hampir satu jam karena antri di landasan pacu untuk kedatangan pesawat lain, terutama maskapai tuan rumah si warna ungu Thai Airways. Akhirnya pindah ke landasan yang disebelahnya, tak menunggu lama langsung tancap gas.

Penerbangan yang penuh penumpang ke KLIA ini ada 2 pramugari dan 1 pramugara. Sepertinya yang dua etnis India dan satu etnis Cina. Namun mereka fasih berbahasa Melayu dan Inggris. Siang itu kami ditawari nasi kari ayam dan nasi goreng ikan. Kami masing-masing pilih salah satu menu tadi. Rasanya enak, dan dessertnya ada kue bulan (moon cake) yang lezat. Ada juga Kit Kat made in Malaysia. Berhubung tak ada hiburan video, kami hanya baca koran dan majalah, terus tidur.

menu dari KL ke Jakarta

Kami baru bangun ketika pesawat akan turun di KLIA. Tepat jam 14:10 pesawat mendarat mulus di KLIA. Berhubung kami transit kami langsung ke terminal keberangkatan, mencari surau untuk menjamak sholat Dzuhur dan Ashar. Lagi-lagi saya menemukan sisa THB 200 yang bisa kami tukar ke MYR 19.6. Uang ini kami

menu dari Bangkok ke KL

belanjakan di duty free Eraman dengan permen Mentos superjumbo.

KLIA

Kami masuk ke ruang tunggu dengan formulir khususnya untuk penumpang dari Indonesia. Gak jelas maksudnya apa. Oh ya tidak seperti di Jakarta yang sangat jelas pengumumannya, di sini suara speaker pengumuman penerbangan hanya terdengar samar-samar.

Model Pesawat

Tak sebagus bandara di Bangkok memang.

Jam 15:30 kami masuk ke pesawat. Di pesawat kami disambut 3 pramugara dan 1 pramugari. Sama dengan saat berangkat di sini pramugara masih muda-muda. Usianya mungkin masih sekitar 20-25 tahun yang enerjik (seperti pramugari Garuda Citilink). Di sini mereka melayani makan berupa nasi goreng ayam empuk dan kari ikan yang lezat, cadbury gold dan roti kurma. Minumnya bebas memilih, jus, teh, kopi atau wine. Kami pilih 3 pertama-yang halal saja.:). Sama seperti waktu dari Bangkok, pesawat yang dari KL ini juga tidak ada hiburan video, di sini kami lebih cepat tidur karena majalah dan koran yang ada sudah kami baca waktu dari Bangkok. Sempat memfoto pramugara yang sedang peragaan keselamatan manual. Seragamnya sederhana.Tapi mereka kelihatan enjoy dalam bekerja, wajar maskapai bintang 5 :)

Jadi ingat iklan Garuda waktu menambah frekuensi terbangnya menjadi 2x Jakarta Bangkok bahwa pesawatnya dilengkapi hiburan audio video. Lain kali kalau ada rezeki Insya Allah naik Garuda yang tarifnya 20% lebih tinggi dan tanpa berhenti di KLIA.

Jam 18:10 pesawat mendarat di tanah air. Masuk imigrasi lancar. Aroma kesemrawutan mulai terasa waktu keluar bandara. Calo taksi bersliweran. Walau bagaimanapun lebih asyik dan aman di negeri sendiri. Di sini kami menghubungi hotel Aston Cengkareng yang akan menjemput kami jam 19.00 sesuai jadwal free shuttle. Sembari kami menunggu, kami pesan kopi cappucino di kafe Bengawan Solo. Kami sempat bingung mencari lokasi kafe, ternyata posisinya persis di dalam bandara dekat pintu kedatangan terminal 2D.

Pukul 19:15 jemputan datang. Pak Dedi sebagai penjemput dari Aston membawa kami ke Daihatsu Luxio. Dari situ memutar lagi ke terminal 1A karena ada tamu hotel lain yang juga minta dijemput. Setelah melalui tol Kamal, masuk ke kompleks perumahan Taman Palem, dimana  hotel ini berada.

Sesampai di hotel Aston Ceengkareng kami langsung check in, dan sekitar jam 8 malam kami sudah ada di kamar. Mengenai kamarnya modern dan tidak banyak pernik-perniknya. Bau rokok cukup menyengat, mungkin bekas penghuni sebelumnya. Karena lumayan lelah, malam itu kami tidur dengan nyaman dan tenang.

Thailand 2011 (7) : Balik ke Bangkok Citadines Sukhumvit 8

Kamis, 22 September 2011

Hari ini kami jadwal kembali ke Bangkok, untuk transit sebelum balik ke Indonesia. Sarapan pagi ini melimpah seperti kemarin, mulai nasi goreng telor mata sapi, roti panggang dengan selainya, sosis goreng, buah potong, teh hangat dan air putih. Enak dan memuaskan.

Setelah makan saya lanjutkan check in pesawat Malaysia Airlines KL-Jakarta, disini saya bisa memilih tempat duduk dekat gang di baris 8. lumayan memudahkan akses ke kamar kecil dan cepat keluar dari pesawat saat tiba di jakarta nanti. Cetak file di sini gratis. Alhamdulillah.

Tepat jam 10 pagi kami dijemput untuk diantarkan ke Bandara Phuket. Cukup jauh, 40 km. Kami sempat ditawari untuk mampir di toko oleh-oleh di kota Phuket. Kami menolaknya berhubung mepetnya waktu dan melihat barang spesial yang dijualnya adalah aneka produk daging babi. Yang halal saja banyak kenapa cari yang haram ?

Mencari makanan halal di Thailand, utamanya di kota besar seperti Bangkok dan Phuket tidak terlalu susah. Apalagi di sepanjang jalan menuju bandara Phuket terdapat banyak komunitas muslim terutama di Thalang, yang ditandai dengan tulisan halal di warung, dan di depan rumah tanpa tempat sesajen/pemujaan seperti umumnya penduduk yang beragama Budha. Kondisi ekonominya kelihatan baik, dengan melihat kondisi rumah dan kendaraan yang diparkir.

Kalau masih kesulitan juga bisa dicari di super/hypermarket semacam Carefour, Big C dan Top Market. Saya rasa makanan hasil olahan pabrik yang berlabel halal cukup berimbang dengan yang tidak ada label halalnya.

Jam 10.50 tepat kami tiba di bandara, counter check in sudah buka. Kebetulan saya sudah check in online seminggu sebelumnya sehingga pada kesempatan ini hanya menaruh bagasi saja. Kali ini timbangan bagasi naik menjadi 19 kg, berarti ada penambahan 2 kg beli oleh-oleh dari Phuket. He3x. Kami mendapati tangga belalai gajah ke pesawat tulisannya Bukaka, ini produk Indonesia. Bangganya

Phuket Airport

Jam 12.50 tepat pesawat berangkat, dan di pesawat kami disuguhi makan siang berupa ayam basil dengan nasi jasmine, sedangkan istri disuguhi chicken rice. Plus minuman air putih. Sesuai pesanan kami sebelumnya. Enak dan halal. Air Asia menjamin semua makanan hangat nya bersertifikat halal.

chicken rice Airasia

Kami tiba di Bangkok tepat jam 2 siang. Agak lama kami menunggu bagasi untuk selanjutnya naik Citylink ke Phaya Thai lanjut ke BTS Nana. Pas di PhayaThai hujan lebat mengguyur Bangkok sampai kami tiba di BTS Nana pun hujan masih mengguyur. Untung nya hotel Citadines Sukhumvit 8 menyediakan antar jemput tuk-tuk di mulut jalan Sukhumvit 8 menuju hotel.

Hotel yang mantap. Kami sempat terkejut melihat bentuk kamar yang menarik. Kalau membaca profil nya Citadines ini mereka menyasar ke eksekutif perusahaan yang tinggal dalam waktu yang lama, biar serasa di rumah.

Di kamar lagi-lagi ada hiasan handuk berbentuk angsa dengan taburan bunga mawar yang membentuk simbol hati. Di sini juga ada rangkaian bunga mawar segar. Luar biasa. Belum lagi ada perlengkapan masak yang lengkap (kompor induksi listrik,microwave, pemanggang roti, panci, alat makan dll),kulkas, setrika listrik dan meja setrika, TV flat 32 inchi, DVD player, sofa. Hilang rasanya lelah perjalanan hari ini melihat cantiknya isi kamar.

dapurmeja kerja

Karena itu kami memutuskan untuk belanja bahan makanan di Tops Market MBK yang bisa kami jangkau dengan tuk tuk hotel ke BTS Nana, dari BTS Nana dilanjutkan ke BTS Siam, disana melalui jembatan penyeberangan sampailah di MBK. Oh ya, menginap di Citadines harga dasarnya THB 1600 (Rp 480 ribu), plus pajak dan lain lain menjadi THB 1798 (hampir Rp 540 ribu) tidak termasuk sarapan. Tapi kalau melihat kondisi dan kelengkapan kamarnya cukup setimpal.

Setelah 2 jam di MBK, jam 8 malam kami balik ke hotel untuk membuat Tom Yam yang bumbu nya sudah

meja tulis

kami beli di pasar Chatuchak hari Minggu lalu dan aneka makanan laut (udang, kerang, cumi) yang kami beli di MBK. Saya kebagian menyiapkan buah potong dengan yoghurt strawbery, dan menghangatkan nasi pandan masak teriyaki ke dalam microwave. Nikmat sekali makan malam ini.

Setelah makan kami sholat, melihat-lihat channel TV yang ada 63 channel terutama negara-negara Eropa, Arab, Jepang, Korea, Cina, India

meja juga

dan Singapura.Indonesia Cuma kebagian translate Bahasa Indonesia channel film Fox by Skynindo.

pojok wastafel dan kamar mandi

ada handuk angsa

Kemudian tidur.

Nelpon Murah di Thailand

Secara tidak sengaja saat kami tiba di pintu masuk kedatangan ada petugas dari True Move Thai Telecom memberikan INTER SIM for Tourist secara gratis (selengkapnya terlampir)

Nelpon Murah di Thailand

Dan kartu ini benar-benar membantu komunikasi kami dengan keluarga di Indonesia. Tarif yang dikenakan untuk telpon rumah di Indonesia adalah THB 4/menit (Rp 1200/menit), dan ke handphone THB 7/menit (Rp 2100/menit). Jauh lebih murah apabila kita roaming menggunakan kartu prabayar Indonesia yang berpuluh ribu/menit-untuk SMS saja Rp 4700/sms. Kualitas suara ada dua pilihan, low cost dan first class quality. Kebetulan untuk Indonesia adalah satu-satunya negara dengan tarif yang sama untuk kedua kualitas ini. Untuk Negara lain bisa 2-4 kali selisihnya. Untuk telpon lokal hanya THB 1.25/menit (Rp 375/menit).

Saya sudah mencoba telpon keIndonesia dengan menggunakan first class dengan menekan 006+62+kode area+no telpon, suaranya sangat jernih serasa menelpon di Indonesia. Yang membedakan low cost dan first class quality adalah kejernihan suaranya. Untuk memanggil menggunakan low cost 00600+62+kode area+no telpon. Jangan lupa kartu perdana diisi dulu pulsanya di minimarket (7-eleven, Family Mart), ATM atau tempat pengisian terdekat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.